Showing posts with label Ikan. Show all posts
Showing posts with label Ikan. Show all posts

Sunday, April 13, 2014

Tips Merawat Akuarium Air Laut

Mempunyai sesuatu akuarium air laut yang berisikan terumbu karang indah serta beragam ikan cantik adalah yang dimimpikan tiap-tiap pehobies. tetapi memelihara ikan laut ditambah lagi dengan terumbu karangnya bukan hanya perihal gampang, ikan laut serta terumbu karang amat peka pada lingkungannya layaknya mutu air ataupun sesama penghuni akuarium. tetapi dengan pengetahuan cara menjaga akuarium air laut yang cukup keindahan laut serta penghuninya dapat kita pindahkan kerumah kita.

Sebenarnya ada sebagian strategi sederhana saat merawat akuarium air laut supaya ikan serta terumbu karang bisa hidup dengan sehat serta indah di pandang mata. Tersebut cara menjaga ikan serta terumbu karang didalam akuarium air laut.

1. Air didalam akuarium harus kerap di ubah(diganti).
Air di ubah sejumlah 20% tiap-tiap 2 minggu sekali, 50% tiap-tiap 1 bulan sekali. pakai air laut untuk ganti air akuarium air laut, namun untuk menambah air akuarium air laut yang menguap dipakai air tawar yang sudah di aklamasi dikarenakan yang menguap cuma air saja namun garamnya tertinggal di akuarium.

2. Senantiasa teliti ph serta kandungan garam
Ikan hias air laut serta terumbu karang memerlukan ph serta kandungan garam yang cocok. ph bisa di dicek menggunakan kertas lakmus atau ph mtr., apabila terlampau rendah bisa di imbuhkan obat kalkwasser. kandungan garam dapat di check dengan hydrometer, kandungan garam yang normal ada di penunjuk hydrometer.

3. Gunakan protein skimmer.
Protein skimmer adalah alat yang sangat mutlak saat menjaga mutu air laut.

4. Pakai karang hidup
Gunakan karang hidup sebanyak-banyaknya manfaat melindungi mutu air dengan alami. karang hidup adalah karang yang masih banyak bagiannya berwarna ungu. gunakan sekurang-kurangnya 1/3 dari volume akuariumnya, harga nya lebih kurang rp 20. 000-an per batu.

5. Gunakan tumbuhan air
Tumbuhan air dapat dipakai untuk melindungi mutu air serta mempercantik tampilan. tumbuhan air yang dapat dipakai layaknya rumput asam ( caulerpa sertularioides ), rumput jarum ( chaetomorpha ) atau anggur hijau. tumbuhan air ini dapat kurangi kandungan nitrat dengan penting dan bikin air lebih mengasyikkan bikin ikan.

6. Perhatikan suhu air
Suhu air didalam akuarium harus senantiasa dicek, pakai termometer digital yang dipasang segera di akuarium serta setel alarm apabila suhu terlampau tinggi atau terlampau rendah. suhu air akuarium air laut paling baik yaitu 28 derajat celcius untuk ikan di bawah, serta 25 celcius untuk terumbu karang.

7. Janganlah segera memasukan ikan
Janganlah dulu segera memasukkan ikan hias ke didalam akuarium yang baru di-setup. agar situasi akuarium menyerupai aslinya maka harus dibikin ”siklus nitrogen”, air akuarium yang bersirkulasi dapat menumbuhkan bakteri-bakteri pendukung kehidupan laut ( aerob serta anaerob ). bakteri ini baru nampak lebih kurang 4 minggu. untuk akuarium baru dapat di check memasukan ikan betok hijau terlebih dulu.

8. Aklamasi terlebih dulu ikan yang baru dibeli
Ikan hias yang baru dibeli didalam kantung plastik harus sesuai dulu suhunya dengan suhu akuarium. ambangkan ikan tetap didalam plastiknya di akuarium sepanjang 20 menit, setelah itu buka plastiknya, masukkan sedikit air akurium ke plastik ikan baru, diamkan lagi sepanjang 10 menit. setelah itu, ikan dapat dimasukkan ke akuarium. matikan dulu lampunya agar ikan tidak stress.

9. Batasi ikan
Ikan yang terlampau banyak dapat bikin ikan mudah stress serta mati, pemberian makan harus banyak serta air cepat kotor. ikan yang banyak dapat merepotkan didalam perawatan, terlebih apabila macamnya tidak sama lain. tentukan saja sebagian ikan yang sangat disukai.

10. Isi dengan ikan kecil
Apabila kita isi akuarium air laut dengan ikan hias kecil, akuarium dapat tampak lebih luas. bila berisi ikan hias besar, akuarium dapat tampak lebih sempit.

11. Pemberian makan 1 kali sehari
Pada ikan laut, tambah baik kurang dari pada lebih. 1 barangkali telah cukup, makanan yang terlalu berlebih bisa turunkan mutu air laut didalam akuarium air laut.

12. Pelihara ikan jabing
Manfaat menyingkirkan lumut yang tumbuh di pasir akuarium, dapat kita pelihara 1 ekor ikan jabing kecil. ikan jambing ( lawnmower blenny ) dapat bersihkan basic pasir dari lumut kecoklatan karena ikan jabing suka mengonsumsi lumuttersebut. ikan jabing sekarang ini popular di kelompok umur hobies karena memiliki tingkah yang unik serta menarik. tentukan saja yang kecil, karena bila besar bisa bikin pasir berantakan.

13. Pelihara udang pelet 5 ekor ( lysmata amboinensis )
Udang pelet ini amat berguna karena suka mengonsumsi bakteri whitespot ( bintik putih ) yang kerap nampak pada ikan.

Cara menjaga ikan laut lebih sukar di banding memelihara ikan air tawar, terlebih bila didalamnya kita isi dengan terumbu karang hidup. tetapi apabila kita dapat mengerjakannya, keindahan yang di bisa amat pantas dengan apa yang kita kerjakan. cintailah hewan peliharaan kita sebagaimana kita menyukai keluarga kita sendiri.

Sunday, April 6, 2014

Informasi Dasar Merawat Ikan Koi

Cara Memelihara dan Merawat Ikan Koi

Pemeliharaan koi dilakukan di kolam semen, kolam tanah, kolam taman. Pemeliharaan koi dalam aquarium tidak dianjurkan, Karena ikan tersebut membutuhkan areal berenang yang luas dan dalam. Selain itu, keindahan koi terletak pada punggungnya yang kaya warna, sehingga bila dipelihara dalam aquarium keelokan tubuh dan warnanya itu tidak terekspos secara maksimal.

Ukuran kolam koi yang dianjurkan minimal memiliki luas 1,5x2m dengan kedalaman 80 sampai 150cm. Jika kolam telalu dangkal, tubuh koi akan terus-menerus terkena sinar ultraviolet yang dihasilkan oleh sinar matahari. Sinar ini dapat warna tubuhnya menjadi pucat, dan pertumbuhannya pun bisa terhambat.

Perlu diperhatikan pula tinggi kolam minimal 25cm dari bibir kolam untuk mencegah koi melompat ke daratan. Selain itu kolam juga harus dilengkapi saluran pembuangan di bagian bawah kolam. Di bagian atas kolam juga dipasang pipa untuk menyalurkan air bersih yang sudah diendapkan.

Menjaga Kualitas Air

Filter empat lapis juga perlu dipasang untuk menjaga kebersihan dan kelancaran pasokan air. Filter empat lapis adalah filter yang terdiri dari filter pertama yang terdiri dari kerikil, pasir, dan ijuk yang berfungsi menyaring sampah dan Lumpur yang mengotori kolam.

Filter kedua berupa karbon zeolit yang berfungsi menghilangkan racun, bau tak sedap, dan membunuh bibit penyakit. Filter ketiga berupa pestisida yang tak mematikan bakteri pengurai yang berperan dalam proses penjernihan air kolam. Sedangkan filter keempat berupa tanaman atau bebatuan yang dapat mengikat kotoran.
Derajat keasaman (pH) air yang cocok untuk pertumbuhan koi adalah 6,5-8,5. Untuk menjaga sirkulasi air bisa dipasang pompa yang mampu menyalurkan air sebanyak 25 liter per menit. Dengan cara ini, air kolam tak perlu sering dibrsihkan, tapi yang perlu dilakukan adalah membersihkan filter dan bak filter. Caranya, semprot filter dengan air bersih sekitar 5-10 menit lamanya.

Bila menggunakan penyaring ini, sebaiknya penggantian air dilakukan dua minggu sekali. Tujuannya untuk membuang zat-zat racun dari sisa-sisa makanan yang terurai menjadi nitrit yang berbahaya bagi kesehatan ikan koi.

Pemberian Pakan

Pakan berfungsi selain untuk membantu pembentukan tubuh ideal dan mencemerlangkan warna pada ikan koi, juga sebagai media perantara untuk mengobati ikan koi yang sakit. Jenis pakan yang diberikan bisa berupa pakan alami atau pakan pakan buatan. Yang terpenting pakan tersebut mengandung gizi seimbang sesuai dengan kebutuhan ikan koi. Pakan sebaiknya diberikan dua kali sehari, pagi dan sore agar kebutuhan gizi ikan koi terpenuhi.

Jenis pakan yang digunakan untuk memacu pertumbuhan ikan koi agar tubuhnya ideal dengan bentuk tubuh gemuk dan memanjang adalah wheat germ. Pakan terbuat dari bahan yang mengandung protein tinggi seperti, gandum, tepung udang, tepung ikan, dan bungkil kacang kedelai.

Kandungan proteinnya sekitar 32%. Selain itu wheat germ juga mengandung vitamin A,D,E,K,B2,B6,B12, niasin, vitamin C dan unsur-unsur mineral lain seperti kalsium, choline chloride, panthetonate, trace mineral, dan antioksidan.

Sementara, pakan untuk mencemerlangkan dan mempertajam warna koi adalah pakan yang mengandung zat karoten. Zat tersebut dapat merangsang munculnya warna pada ikan koi. Secara alami di dalam tubuh ikan koi terdapat zat karoten berupa antaxanthin yang menghasilkan warna merah, dan lutein yang menciptakan warna kuning kehijauan.

Pakan yang mengandung zat karoten diantaranya; wortel, alga atau ganggang Spirullina, dan Chlorella, semangka, sawi, kubis dan cabai hijau. Sedangkan pakan dari hewan bisa diberikan dapat kepiting, udang-udangan, krill, trout, salmon, kutu air, jentik nyamuk, cacing rambut, dan cacing darah.

Makanan dan Pertumbuhan

Pertumbuhan koi tergantung beberapa faktor berikut ini :
Temperatur air.
1. Koi makan lebih banyak pada suhu diatas 20o celcius.
2. Koi yang belum dewasa akan cepat pertumbuhannya pada suhu yang panas.
Pada koi dewasa, sebagian besar makanan digunakan untuk memproduksi telur dan sperma untuk kawin.

Pada suhu yang panas, koi memerlukan makanan berprotein tinggi untuk pertumbuhannya

Kualitas air

Kualitas air sangat berpengaruh pada pertumbuhan ikan koi, karena koi yang hidup dikualitas air yang buruk akan kehilangan nafsu makannya.


Jumlah ikan dalam kolam.
• Jika jumlah ikan di dalam kolam hanya sedikit, setiap ikan akan mendapat jatah makanan dan oksigen yang lebih banyak.

• Untuk penghobi, lebih baik memelihara sedikit koi yang berkualitas, daripada banyak tapi tidak berkulitas

Keturunan koi

• Koi yang pertumbuhannya terlalu cepat biasanya warnanya akan pudar
• Di Jepang hal ini tidak dipermasalahkan, karena kalau makannya dikurangi atau dipuasakan, warna koi akan kembali cerah

Kandungan Makanan Koi

Makanan ikan terdiri dari beberapa bagian seperti Protein, Lemak, Karbohidrat, Vitamin, dan Mineral.

Protein

Terdiri dari macam-macam asam amino. Semua asam amino yang esensial harus terkandung di makanan ikan. Ada 20 jenis asam amino dari protein yang berasal dari binatang dan tumbuh-tumbihan. Makanan yang baik harus mengandung cukup asam amino, untuk menggantikan sel-sel yang rusak pada saat produksi sel telur dan sperma. Kekurangan protein akan menyebabkan :
1. Pertumbuhan terhambat
2. Dalam jangka waktu lama akan menyebabkan tulang belakang bengkok

Lemak

Lemak adalah pengatur energi untuk koi. Koi bisa memproduksi hampir semua asam lemak sendiri, kecuali asam linol dan asam esensial, yang harus terkandung di dalam makanan.

Asam linolen mempercepat pertumbuhan. Jika kekurangan, makan akan terjadi kerusakan pada sirip, jantung, dan lever
Asam lemak esensial terkandung pada ikan, minyak jagung, minyak kedelai, dan pada biji gandum. Di udara, asam lemak cepat sekali teroksidasi. Karena itu dianjurkan untuk menutup makanan koi dengan baik (kedap udara), tidak terkena matahari, dan tidak lembab.

Koi dewasa tidak boleh diberi makanan yang banyak mengandung lemak, karena lemak tersebut akan mengumpul di organ-organ tubuh ikan seperti di lever dan mengganggu fungsinya

Karbohidrat

Karbohidrat juga termasuk pengatur energi, tetapi karbohidrat sulit dicernakan. Kebanyakan karbohidrat akan merusak lever.

Vitamin

Sangat diperlukan untuk metabolisme dan pertumbuhan koi. Vitamin dibagi menjadi dua:
1. Vitamin yang larut dalam minyak/lemak. Jenis ini akan menyebabkan hypervitamin dan merusak kesehatan koi.
2. Vitamin yang larut dalam air.

Mineral

Mineral diperlukan untuk metabolisme, membentuk tulang-tulang osmoregulasi. Fungsi dari system syaraf dan pertukaran gas antara darah dan sel. Kekurangan mineral jarang ditemui pada ikan, karena kebanyakan mineral bisa didapat dari air.

Penanganan Penyakit Umum pada Koi

Ada ciri khas ketika ikan koi terserang penyakit. Jika sakit, koi akan memisahkan diri dari kelompoknya. Karenanya, pemilik akan segera mengetahui bila ikan kesayangannya itu dan kondisi tak sehat. Beberapa jenis penyakit yang dapat menyerang ikan koi diantaranya: luka gores. Luka ini bisanya muncul akibat tergesek ornament atau pingiran kolam.
Untuk mencegah luka menjadi infeksi,sebaiknya koi direndam didalm larutan Monafuracin selama 4-5 hari. Dosis yang dipakai sesuai anjuran yang tercantum dalam kemasan.

Selain luka gores, koi juga bisa terserang penyakit batang insang barjamur. Penyakit ini disebabkan oleh jamur yang tumbuh di batang insang. Ikan koi yang mengalami penyakit ini menunjukkan gejala seperti nafsu makan berkurang dan perilaku malas menggerakkan insang.

Penyakit batang insang ini akan semakin mengganas saat air pada kolam kotor, atau suhu pada air terlalu tinggi. Pengobatan yang dapat dilakukan dengan merendam ikan koi ke dalam campuran 0,1gram Green F per 10liter air. Lama perendaman sesuai anjuran yang tercantum pada kemasan.

Penyakit lumpur juga bisa dialami oleh ikan koi. Penyakit ini disebabkan oleh kulit koi yang mengalami iritasi dan pembuluh darahnya terserang bakteri. Akibatnya, tubuh koi akan terlihat kotor seperti terselimuti Lumpur. Keadaan ini biasanya dipicu oleh pemberian pakan yang berlebihan, terutama yang mengandung proein yang tinggi.


Pencegahan penyakit ini bisa dilakukan dengan mengganti air kolam dengan air yang baru. Untuk ikan koi yang terserang dapat diobati dengan cara merendamnya dalam larutan garam dapur 10%, dilakukan setiap hari selama satu jam sampai ikan koi benar-benar sembuh.

Penyakit Ikan Koi dan Cara Mengatasinya

1. Lernaea

Penyakit ini sebenarnya disebabkan oleh organisme kecil bernama Lernaea sp, bukan sebangsa cacing tapi termasuk anggota udang-udangan. Organisme sepanjang 20 mm ini separuh tubuhnya masuk ke dalam tubuh ikan, sehingga kalau dilihat tampak seperti cacing menjuntai ke luar dari sisik. Penyakit ini banyak menimpa koi impor, karena telurnya yang terbawa pada tubuh ikan menetas.
Cara mengatasinya dengan memberi zat yang mengandungdimetiltriklorohidroksietil fosfonat, atau di pasaran terkenal dengan nama dagang Dipterex, Dylox, atau Masoten. Obat ini dimasukkan ke dalam kolam sesuai dengan dosis yang tertera.
Selain dengan obat, ada cara lain yang lebih sederhana, yakni dengan mencabut parasit itu menggunakan penjepit. Luka bekas cabutannya diolesi merkurokrom dengan sikat yang terbuat dari bulu unta atau cotton bud. Selama pencabutan parasit-parasit ini, ikan dibius dan ditaruh di dalam bak yang telah diberi obat anti jamur dan bakteri, agar tak terjadi infeksi sekunder melalui luka.

2. Cacar

Cacar pada koi disebabkan oleh virus. Biasanya kasus ini terjadi akibat populasi ikan yang terlalu padat. Gejalanya berupa bercak putih berlendir yang memancarkan sinar warna-warni. Bercak ini lama-kelamaan ukurannya akan membesar. Jika infeksi telah lanjut, beberapa bercak bergabung dan warnanya tampak merah keabu-abuan. Sebenarnya akibat cacar tidaklah fatal, bahkan ikan bisa sembuh dengan sendirinya. Tapi untuk mempercepat kesembuhannya diperlukan desinfektan dan ikan akan sembuh 8 – 12 minggu kemudian.



3. Kolumnaris

Disebut kolumnaris, karena penyakit ini disebabkan oleh bakteri ganas bernama Flexibacter columnaris. Ia sangat mudah menular. Gejala kolumnaris sering tampak seperti penyakit jamur pada mulut ikan karena membentuk lapisan putih keabu-abuan. Bakteri ini biasanya menyerang daerah sekitar mulut, tapi bisa juga di beberapa bagian badan.
Cara mengatasinya, semua ikan yang terinfeksi segera dipindahkan ke kolam lain yang airnya sangat bersih dengan filterisasi cukup dan diberi garam dapur sebanyak 10 % volume air garam. Jaring dan peralatan lain yang telah digunakan, disterilkan dengan larutan yang mengandung fenoksietanol,nifurpirinol, nitrofurazon, dan benzalkonium klorida.

4. Dropsi

Penyakit ini ditandai dengan mengelupas dan “berdiri”-nya sisik dan tumbuhnya bengkak. Selain itu, pembengkakkan juga bisa terjadi pada kepala dan mata. Akibatnya ikan sulit berenang dan bernafas. Penyakit ini disebabkan oleh beberapa macam bakteri. Pengobatannya dengan “memandikan” ikan dalam larutan antibakteri dan garam. Selain itu, penggunaan asam oksolin pada pakan juga bisa membantu menyembuhkan ikan.



5. Busuk Sirip dan Ekor.

Penyebabnya bakteri Aeromonas hydrophylla dan beberapa spesies bakteri lain. Pembusukan sirip dan ekor biasanya terjadi ketika kondisi air tidak nyaman bagi ikan. Bakteri menempel di permukaan tubuh dan akan menyerang jika ikan mengalami luka atau stress akibat penanganan dan pengangkutan.
Gejala pertama, tampak ada warna buram pada sirip. Kemudian infeksi berkembang cepat dan sirip itu segera membusuk, meninggalkan bekas berdarah yang transparan. Jika makin parah, pangkal sirip akan hancur dan pembusukan meluas ke seluruh tubuh ikan. Pada stadium ini ikan akan mati. Seperti juga penyakit yang lain pembusukan akibat bakteri bisa makin parah dengan hadirnya infeksi sekunder oleh jamur.
Untuk mengatasi penyakit busuk sirip dan ekor, lebih baik pemilik berkonsultasi ke dokter hewan, dan bagian sirip ikan yang busuk segera dipotong. Jika gejala masih ringan, ikan bisa diselamatkan dengan pemberian fenoksietanol, nifurpirinol, nitrofurazon, benzalkonium klorida dan kloramin.

6. Kutu Ikan

Kutu Ikan (Argulus sp.) biasanya berupa udang parasit berdiameter 8 – 12 mm, dan sangat mudah dikenali dengan mata telanjang. Ia menempelkan diri pada tubuh ikan dengan alat penghisap dan mengisap darah ikan. Bekas luka itu bisa membengkak dan ikan akan kekurangan darah.
Kutu ini bisa diberantas dengan pemberian larutan metiltriklorohidroksietil fosfonat, seperto Dipterex, Dylox, atau Masoten. Jika hanya seekor ikan terinfeksi, kutu bisa diberantas dengan cara “memandikan” ikan. Kemudian lukanya diolesi dengan merkurokrom atau povidone-iodine.



7. Jamur Saprolegnia

Penyakit ini ditandai dengan munculnya serabut kecil yang tampak seperti kapas. Biasanya ini terjadi pada sisi badan yang luka. Sebenarnya jamur itu putih, tapi karena adanya alga bersel satu maka serabut tersebut kelihatan kehijauan. Sekali tertempel jamur, sekujur badan akan segera tertutupi olehnya. Miselium jamur itu akan memasuki tubuh ikan dan menyerap makanan. Ini bisa ditangkal dengan campuran malachite green dan garam, atau malachite green dan formalin.

8. “Cacing” Kulit

Parasit sebangsa cacing bernama Gyrodactylus sp. Ini membuat koi menggosokkan badannya pada benda keras dengan gerak meluncur. Maksudnya untuk membebaskan diri dari parasit yang melekat pada kulitnya. Kulit yang terinfeksi menjadi berkilauan dan tampak radang berwarna agak putih. Obat antiparasit bisa digunakan untuk mengatasi gangguan ini.






9. White Spot

Penyakit yang sangat terkenal ini disebabkan oleh parasit bersel satuIchthyophthirius multifiliis. Parasit menginfeksi ikan pada saat berenang. Ia bersembunyi di dalam kulit ikan dan hidup di bawah lapisan kulit luar. Akiabtnya tubuh dan sirip ikan tertutup spot-spot putih berdiameter 1 mm. Jika tidak ditangani, infeksi sekunder oleh bakteri dan jamur bisa mengakibatkan ikan mati hanya dalam beberapa hari. Penanggulangannya dengan obat khusus white spot, malachite green¸ atau danformalin. Pada saat perlakuan (pengobatan) suhu air minimal 26oC dan aerasi diperbanyak.


Cara Merawat Ikan Hias di Aquarium


Name:  ikan hias.jpeg
Views: 11190
Size:  9.8 KB

Ingin memiliki bisnis ikan hias atau memelihara ikan hias di rumah? ikan hias tentunya tak dapat dipisahkan dengan sarana penunjang yaitu aquarium. Untuk merawat ikan hias, diperlukan perlengkapan dan penanganan yang tepat agar keindahan ikan hias tidak berkurang.

PERLENGKAPAN AQUARIUM
  • Bersihkan selalu aquarium dan pastikan tidak bocor.
  • Taruhlah tanaman hidup secukupnya.
  • Untuk dekorasi, sediakan pasir bersih (tidak mengandung lumpur), koraltex, akar kayu dan batu karang.
  • Pompa udara (aerator) sebagai alat penambah oksigen dalam air.
  • Lampu neon ultra violet pada malam hari dapat menimbulkan rasa alami yang mempesona.
  • Filter yang dihubungkan dengan aerator berfungsi sebagai penyaring kotoran dalam air.

TEKNIS DEKORASI AQUARIUM
  • Masukkan pasir kedalam aquarium lalu diatur atau dipadatkan sambil diberi percikan air secukupnya.
  • Kemudian tanaman air ditanam dengan cara dibenamkan kedalam pasir.
  • Letakkanlah tanaman yang lebih tinggi di bagian belakang.
  • Sebelum mengisi air, permukaan tanaman dan pasir ditutup dengan kertas koran atau plastik. Hal ini dilakukan dengan maksud agar tekanan air tidak merusak tanaman dan tidak menimbulkan kekeruhan.
  • Tunggu kotoran air dalam aquarium mengendap dan kemudian masukkan ikan.
  • Pasanglah aerator sesuai ukuran aquarium. Aerator cukup dipasang malam hari saja bila tersedia banyak tanaman hidup.
  • Aquarium diletakkan ditempat yang datar agar tekanan air merata dan sebaiknya jangan terlalu banyak terkena sinar matahari karena akan mempercepat tumbuhnya lumut.

MAKANAN IKAN
Ikan hias air tawar memiliki 2 macam makanan :
  1. Makanan alami seperti kutu air (Moina) cacing rambut (Fubifek, Chironomus) dan lawa nyamuk (cuk). Makanan alami harus dibersihkan/dibilas terlebih dahulu dengan air bersih sebelum di berikan pada ikan dan cukup satu kali sehari.
  2. Makanan buatan: wafer, tahu, darah ayam atau kerbau atau marus. Makanan buatan sebaiknya diberikan pada saat tidak ada makanan alami.

Usahakanlah mengatur pemberian makanan agar jangan sampai ada yang tersisa hingga menimbulkan pembusukan atau keracunan pada ikan.

Memelihara ikan hias selain memiliki manfaat keindahan, juga mendidik rasa cinta kepada hewan. Ikan hias di aquarium juga sebagai hiburan yang dapat mengendorkan urat syaraf serta menimbulkan rasa tentram di rumah. Ruangan pun bertambah indah sebab aquarium tidak memerlukan tempat yang luas. Anda bahkan dapat menjadikan ladang penghasilan lewat menjual ikan hias.