Showing posts with label Ular. Show all posts
Showing posts with label Ular. Show all posts

Sunday, April 6, 2014

Cara Mengatasi Ular yang Sulit Makan

Salah satu masalah yang paling menyulitkan pemelihara ular adalah sifat ular yang sering mogok makan. Terkadang ular mogok makan hingga menyebabkan kematiannya. Banyak orang mengalami hal yang sama pada beberapa ular mereka hingga sempat kalang kabut mencoba mencari informasi untuk mengatasinya. Tapi syukurlah ternyata jawabannya tergantung dari bagaimana kita dapat mengenali sifat dan karakter ular kita masing-masing, terutama sifat dan karakter mereka saat berburu di alam liar. Tapi jika anda sudah mempunyai ular yang mogok makan, berikut ini beberapa saran yang mungkin berguna bagi anda.

Kenali Cara Makan (berburu) Ular Anda:
Sebelum saya jauh membahas secara detil dan global tentang sebab dan alasan ular sering mogok makan, saya akan membagi pengalaman pribadi saya terlebih dahulu. Saat itu saya mempunyai Molurus normal dengan panjang 1 meter. Selama beberapa bulan ular itu menolak untuk makan. Hingga 3 bulan dalam rawatan saya, tak sekalipun dia mau makan. Saya telah lelah cari informasi tapi tak satu pun jawaban dapat menolong masalah saya. Akhirnya pada suatu hari saya memutuskan untuk membuat “hiding place” atau tempat bersembunyi. Terarium saya perbesar hingga saya dapat meletakkan sebuah kotak sembuyi yang saya buat sendiri didalamnya. Kotak sembunyi yang dijual dipasaran berukuran terlalu kecil, sehingga muncul inisiatif pertama untuk menggunakan kotak bekas sepatu, dilubangi dibagian salah satu sisinya sehingga terbentuk seperti mulut gua.

Setelah saya letakkan hiding place,molu saya langsung menjalar kedalamnya dan bersembunyi. Kebetulan saya masih memilik persediaan tikus putih (tiput) dan saya letakkan satu ekor. Tiput bergerak kesana kemari, dengan penuh harap dan doa saya memperhatikan terarrium. Molu yang bersembunyi didalam kotaknya tiba-tiba mengintip keluar, secara perlahan dia menjulurkan kepala dan lehernya dengan lidah yang bergerak dengan cepat. Saya semakin penasaran, tampaknya Molu mulai memperhatikan tiput yang selama tiga bulan dia acuhkan walau bertengger diatas tubuhnya sekalipun. Tiba-tiba saja ketika tiput bergerak mendekati kepala molu yang menjulur hingga seleher, si molu menerjang tiput dengan cepat! Betapa terkejut bercampur girang hati saya, si kecil akhirnya mau makan! Saya baru ingat ular molu saya adalah ular hasil tangkapan liar yg saya tangkap di rumah tetangga dan saya baru sadari bahwa dia terbiasa berburu makanan dengan cara demikian. Alasan mogok makannya bukan karena penyakit, bukan karena tidak doyan tiput tapi hanya karena dia tidak merasa dihabitatnya dan satu-satunya cara yang dia tahu dalam mencari makan adalah dengan “menyergap santapanya sambil menyembunyikan diri!” Jadi usahakan untuk selalu meletakkan hiding place bagi ular anda, terutama jika anda dengan atau tanpa sepengetahuan mendapatkan ular hasil tangkapan liar.

Ular hasil ternak dan didikan:
Kasus retic tersebut diatas mungkin tidak akan terjadi dengan ular hasil ternakan (breeding), karena sedari bayi mereka telah belajar cara makan yang berbeda dari pemiliknya. Oleh karena itu saya anjurkan anda hanya membeli ular hasil ternakan, karena ular liar memiliki cara-cara yang berbeda dalam memburu makanannya, dan mungkin kealpaan anda tentang tabiat dan sifat mereka akan menyebabkan kematian mereka.

Hal yang sama juga terjadi pada salah satu ular reticulated python (sanca) saya. Dia juga merupakan tangkapan liar. Walaupun ular yang satu ini tidak mogok makan, tapi dari pengalaman dengan molurus, saya memutuskan untuk lebih memperhatikan cara dia makan. Pertama kali saya letakkan tiput, ular tersebut acuh tak acuh, lalu ketika saya acungkan ular diatas kepalanya langsung ia sambar. Kali kedua saya letakkan tiput dikandang dan menunggu. Ular sanca tak bergeming sewaktu posisi tikus dibawah kepalanya karena kepala ular bertengger diatas badannya. Saya giring tiput unduk menaiki “hiding place” dan seketika itu juga ular sanca saya tampak baru menyadari kehadiran si tiput dan menyambarnya. Ternyata saya baru sadari bahwa ular sanca cenderung berburu binatang dengan posisi yang lebih tinggi dari matanya. Jadi usahakan untuk menggiring mangsa ular sanca anda ketempat yang lebih tinggi dari kepala ular anda jika anda tidak berani memegang ekor tiput hingga si sanca menyambarnya dari tangan anda.

Ada satu kasus lain yang pernah saya baca, seorang pemilik ular menyadari bahwa ularnya hanya mau makan diatas handuk berwarna putih bersih. Lalu teman saya memiliki ular yang hanya mau makan ayam rebus yang disuir-suir karena dia dididik demikian dari lahir. Tak lama teman yang lain membeli ular yang hanya makan daging ayam potong karena dari breeder terdidik demikian, lantas beberapa ularnya yang masih bayi dia coba beri makan yang sama, potongan daging ayam segar dan ternyata mereka mau makan tapi sebagian lain tidak.

Dari pengalaman teman saya itu, saya menyadari bahwa cara makan ular pun dapat diajari dan beradaptasi. Jadi hal yang paling utama anda harus lakukan adalah memperhatikan dan mengenali ular anda, kenalilah sejarah perkembangan ular tersebut. Ular memiliki jenis yang luar biasa beragam dengan kepribadian dan cara hidup yang sangat berbeda. Jika anda dapat mengenali mereka, maka anda tidak akan menemukan kesulitan.

Banyak yang menyanggah bahwa dengan hanya memberi makan ayam potong tidaklah sehat, tetapi saya telah membuktikan sendiri selama beberapa tahun ini bahwa ular teman saya yang diberi makan tiput hidup kerap kali terserang penyakit dan ular yang dia beri makanan ayam potong bersih ditambah vitamin dan minyak ikan yang diselipan dagingnya justru “tidak pernah sakit”. Berapa ular yang menolak ayam potong masih dia beri makan tiput dan seringkali mereka terserang sariawan atau flu, hampir setiap bulan dia harus merawat kedua penyakit tersebut secara bergantian hingga akhirnya dia memutuskan untuk hanya memelihara ular yang mau makan ayam potong karena merasa khawatir akan penularan penyakit jika dia lalai atau terlambat mengatasinya.

Dalam hal ini metode pemberian jenis makanan saya serahkan pada anda masing-masing. Hanya perlu diingat, setiap ular memiliki kepribadian yang unik dan anda harus pandai menggalinya.

Tips Secara Global:
Berikut dibawah ini penjelasan yang lebih rinci tentang sebab alasan dan bagaimana cara anda mengatasi ular yang mogok makan secara global (untuk segala macam ular):

Ular jarang makan:
Harus anda sadari bahwa ular adalah jenis reptilia dengan metabolisme yang jauh lebih lambat dari binatang mamalia. Jadi jangan terlampau panik ketika ular anda berhenti makan dalam waktu yang cukup lama. Ular dapat bertahan hidup dengan puasa dari 3 hingga 2 tahun tergantung besar ukuran si ular dan besar ukuran makanannya.

Masalah Lingkungan:
Ular merupakan binatang yang sangat sensitif dengan lingkungannya, anda dapat melihat contoh dari pengalaman ular molurus yang saya ceritakan diatas. Alasan utama yang dapat menyebabkan mogok makan adalah keadaan lingkungannya. Jadi sebaiknya sebelum memutuskan untuk mengadopsi seekor ular, pelajarilah dahulu sejarah dari perkembangan ular tersebut. Jika anda membeli hasil ternak, tanyakan pada peternak atau penjual dengan detil bagaimana kebiasaan si ular makan. Jika anda mendapatkan hasil tangkapan liar, pelajarilah dahulu kegiatannya dialam liar. Tanpa informasi yang cukup, kemungkinan besar anda akan membunuh ular anda daripada merawatnya. Suhu lingkungan juga merupakan salah satu hal utama yang anda harus perhatikan. Suhu yang terlalu tinggi atau suhu yang terlalu rendah dapat menyebabkan ular mogok makan. Kelembaban yang terlalu banyak atau kurang dapat mengakibatkan masalah yang sama. Jika anda baru mendapatkan ular anda, biarkan dulu dia membiasakan diri dengen lingkugannya untuk beberapa hari, tapi harus diingat untuk menyiapkan tempat tinggalnya senyaman mungkin. Tanyakan kapan terakhir dia makan dan kapan dia harus makan lagi pada penjual. Terkadang ular membutuhkan 5 hingga 7 hari untuk beradapatasi, tapi terkadang ular yang telah terbiasa berpindah tangan akan lebih mudah beradaptasi dalam beberapa jam. Cahaya yang terus menerus juga dapat mempengaruhi mood makan ular, misalanya dipong lebih suka makan dimalam hari disaat cahaya redup atau gelap.

Cara deteksi mangsa yang berbeda pada ular:
Ular memiliki cara berbeda dalam mendeteksi makanannya, ada yang lebih mengandalkan daya ciumnya, ada yang mengandalkan getaran dan ada yang menandalkan daya penglihatannya. Kita ambil perbedaan molurus dengan reticulated python. Molurus albino saya mengandalkan indera penciumannya. Ketika sebaskom potongan ayam diletakkan didekatnya dan tiupkan aroma darah ayam kearahnya, molurus akan mulai mengendus dan mencari makanannya dan tentu saja dia tidak mampu melihat potongan ayam tersebut. Sedangkan retic mengandalkan indera penglihatannya seperti contoh yang saya ceritakan diatas. Jadi pelajarilah jenis ular anda dan indera apa yang mereka andalkan dalam berburu atau mendeteksi makanannya. Pernah saya baca beberapa orang menyipratkan darah atau kencing pada tiput karena ularnya mogok makan, namun mereka tidak menyadari bahwa ular yang mereka miliki kemungkinan besar mengandalkan indera penciumannya bukan penglihatannya.

Penyakit:
Dengan sikap membisu ular memang tidak gampang untuk mengetahui bahwa ular anda sedang sakit atau stress. Aksi mogok makan ular bisa merupakan salah satu tanda bahwa ular anda sedang sakit. Ular memilik sifat ngambek yang membahayakan, jika diberi kesempatan ular dapat membunuh dirinya sendiri dengan mogok makan.

Penyakit yang sering terjadi adalah sariawan dan mudah dideteksi. Jika ular anda berukuran kecil akan sangat mudah menyembuhkan sariawan ini. Saya sering kali mendapati ular pemakan tiput terserang sariawan, untuk ular yang berukuran kecil hingga sedang cukup saya berikan salep gentamicin dimulutnya.

Penyakit flu juga akan mempengaruhi kemampuan makan karena indera penciuman tertutup dengan lendir, bagi ular yang mengandalkan penciuman dalam mencari makan akan sangat mengganggu untuk menemukan santapannya.

Penyakit yang sulit dideteksi adalah sariawan dari dalam tubuh, perhatikan sisik ular anda, jika anda menemukan bagian tubuh berwarna merah muda yang tidak lazim, itu merupakan tanda bahwa ular anda infeksi dari dalam tubuh. Ular tersebut mengalami gangguan dalam pencernaannya sehingga ia menolak untuk makan.

berikut adalah penyakit umum pada ular python:

• Vomiting / Muntah
Salah satu penyakit/gangguan yang sering dialami oleh phyton adalah “Muntah”. Jangan pegang phyton anda pada saat baru saja selesai makan. Itu mungkin terjadi juga jika hewan peliharaan anda dalam keadaan stress karena merasa kurang aman atau karena terinfeksi oleh parasit yang berasal dari dalam maupun luar tubuhnya, itu akan merangsang makanan untuk dimuntahkan keluar.

Untuk membantu menghindari terjadinya “muntah”, adalah penting untuk membiarkan phyton anda untuk istirahat setelah mereka makan. Bagaimana caranya anda untuk mengarahkan supaya mereka tidur..? naikkan suhu kandang pada suhu tertentu, atau anda juga bisa tempat untuk berjemur. Phyton akan berbaring di bawah cahaya/lampu tersebut untuk membantu mencerna makannya dan akan membantu mengurangi untuk dimuntahkan kembali.

• Constipation/Sembelit/Susah buang air
Jika phyton anda tidak buang air dalam waktu yang tidak seperti biasanya, ataupun sulit untuk buang air atau pun kotorannya sangat kering, dari semua tanda-tanda tersebut dapat dipastikan bahwa phyton anda lagi sembelit.

Tingkat kelembaban dan suhu yang rendah adalah penyebab umum terjadinya sembelit. Anda bisa menghindarinya dengan menjaga kebersihan air minum di dalam kandang. Juga dengan menempatkan air hangat di dalam kandang dan arahkan supaya phyton anda berendam di dalam air tersebut.

• Scale rot / Infeksi kulit (sisik)
Jika anda memperhatikan ada warna yang berbeda pada sisik phyton seperti: warna Pink, Merah atau Coklat, hal ini mungkin disebabkan oleh Scale rot/ pembusukan sisik. Penyakit ini bisa terjadi pada beberapa sisik, di tempat tertentu atau pun di banyak tempat.

Terkadang penyebab dari infeksi sisik ini bisa dari infeksi dari dari dalam tubuh yang muncul keluar tubuh sebagai scale rot/sisik yang busuk.

Tetapi bagaimana pun penyebabnya adalah kurang bersihnya tempat/kandang dari phyton tsb.

Jika kandangnya tidak secara rutin dibersihkan dan dikasi disinfectan, phyton akan berbaring di atas air kencing dan kotorannya dalam waktu yang cukup lama sehingga menyebabkan scale rot.

Dengan menggunakan antibiotic akan bisa mengatasi permasalahan tersebut. Tetapi anda tetap harus memindahkan phyton anda ke kandang yang lain pada saat anda membersihkan dan menyemprotkan disinfektan ke dalam kandang tersebut.

Pada saat binatang anda dalam masa perawatan, jangan biarkan mereka berendam di
dalam air. Berikan/taruh air secukupnya di dalam mangkok yg bisa dipakai untuk minum.

Jadwal dan porsi makan yang tepat:
Setelah ular menyantap mangsanya, dia akan berpuasa beberapa waktu untuk mencerna makanannya dan biasanya membutuhkan waktu dari 5 hingga 12 hari. Tergantung dari jadwal dan jumlah yang mereka telah terbiasa jalani, semakin besar makanan semakin lama mereka puasa. Jadi tunggulah jadwal waktu makan berikutnya karena pemberian makan yang terlalu dini akan sia-sia. Contohnya ular molurus albino dewasa saya biasakan makan 3 ekor ayam potong seminggu sekali. Jika saya memberi makan pada hari kedua setelah selesai makan pasti akan ditolaknya. Jangan terlalu banyak memberi makan ular anda karena akan mengakibatkan kegemukan. Seperti layaknya makhluk hidup lain, kegemukan bisa menimbulkan masalah kesehatan bagi ular anda. Ada kalanya ketika anda memberi makan yang tepat ular akan menampakan tanda-tanda pergantian kulit. Tunggu setelah ular berganti kulit baru anda bisa mencoba memberi makan lagi.

Ukuran makanan yang sesuai:
Sering kita dengar bahwa besar makanan ular adalah sekian banding sekian dari ukuran tubuhnya. Ular memang mempunyi kemampuan untuk menelan makanan yang jauh lebih besar dari lingkar tubuh dan lingkar kepalanya, ada kalanya mereka mampu menelan sampai lima kali lebih besar dari lingkar tubuhnya. Tapi kembali lagi saya ingatkan, anda harus mempelajari sejarah perkembangan ular anda! Ular liar memang terbiasa dengan perburuan dan santapan yang sangat besar karena mereka harus berburu. Sedangkan freakuensi berburu dialam liar itu untung-untungan. Jadi ular lebih sering menyantap ukuran yang terbesar yang ia sanggup telan agar mereka tidak harus sering berburu. Beda halnya dengan ular hasil ternakan. Beberapa peternak atau pemilik ular melatih ularnya dengan pemberian makanan berukuran kecil. Saya ambil contoh ular albino molurus dewasa yang saya miliki. Ukuran panjang badannya telah mencapai 4 meter, pada umumnya dia mampu menelan mangsa sebesar anak kambing. Tapi hal itu tidak mungkin lagi karena molurus albino tersebut telah terdidik untuk melahap ukuran makanan yang kecil. Suatu hari saya memberikan potongan ayam yang lumayan besar, bagian paha bawah hingga setengah dada, walhasil bukan habis dilahap malah potongan tersebut ditinggalkan olehnya. Setelah beberapa menit dia berjuang untuk menelan tapi gagal ularpun menyerah karena tidak mampu melahap potongan ayam tersebut!

Jadi kita harus kembalikan lagi pada kebiasaan si ular. Ukuran yang terlalu kecil juga bisa menjadi kesulitan bagi ular untuk menelan, ukuran besar sama halnya. Jika anda tidak yakin, cobalah beberapa ukuran dan perhatikan. Namun biasanya jika ukuran terlalu besar biasanya ular sama sekali menolak untuk menyerang/makan.
Beberapa ular akan makan santapan yang sangat besar, tapi lebih baik dihindari karena akan membahayakan sistem dalam pencernaan tubuh si ular.

Terpengaruh Musim:
Beberapa ular akan mogok makan ketika tiba musim untuk berkembang biak. Anda bisa mengawinkan ular anda atau membiarkannya hingga musim kimpoi lewat. Musim dingin juga berpengaruh bagi ular yang berasal dari 4 musim. Misalnya ular ball python dapat mogok makan hingga 8 bulan pada pergantian musim dingin. Selama ular anda tidak kehilangan berat badan yang tidak lazim atau berlebihan, dan dia tidak dalam keadaan sakit, anda tidak perlu khawatir dan teruslah bersabar. Selalu coba beri ular anda makan dari waktu ke waktu hingga musim yang mempengaruhi nafsu makan mereka lewat.


Kunci dari keberhasilan anda sebagai pemilik ular adalah mengenali ular anda. Ular mampu menjaga dirinya sendiri di alam liar tapi dalam tangan anda ular bergantung sepenuyhnya pada anda. Karena mereka binatang yang bisu dan tidak mampu berekspresi layaknya kucing atau anjing, hal yang terbaik yang anda bisa lakukan adalah memperhatikan dan mempelajari sifat, gerak gerik dan tingkah laku mereka. Pada saatnya anda dapat merasakan kapan ular anda ingin makan, ingin bersama anda atau hanya ingin menyendiri.

Cara Mengembang Biakkan Ular Corn Snake

Tahap-Tahap Breeding Corn Snake

1. Pre-Breeding Conditions:

Yang perlu anda ingat sebelum anda memulai adalah memastikan kedua ular induk dalam kondisi prima, tidak sakit dengan berat badan yang sesuai. Kondisi kesehatan yang kurang baik pada induk bisa menimbulkan komplikasi pada induk betina dan telur-terlunya. Terlebih lagi jika anda meletakkan ular yang sakit pada masa hibernasi kondisi ular akan sangat cepat memburuk dan bisa berakibat fatal. Induk betina dengan kondisi tidak sehat sering ditemukan mati pada masa kehamilan atau masa bertelur.

Timbanglah Ular: Sebelum memulai proses hibernasi, timbanglah ular terlebih dahulu karena ular akan mengalami pengurangan berat badan hingga beberapa gram.

Over Feeding: Anda bisa memberinya makanan dengan ukuran lebih besar daripada biasanya dan lebih sering. Lakukan “over feeding” ini dalam waktu kurang lebih enam bulan sebelum hibernasi.

Kosongkan perut ular: Sebelum anda memulai proses hibernasi, pastikan bahwa perut kedua induk ular dalam keadaan kosong.

2. Brumation:

Corn snake adalah reptil yang berasal dari Negara dengan empat musim, salah satu hal yang pasti dilakukan corn snake selama musim dingin adalah hibernasi, istilah hibenarsi untuk reptil lebih tepat  disebut dengan “Brumation”.  Waktu yang terbaik adalah setelah musim hibernasi, tentu saja awal spring. Tapi berhubung Indonesia hanya memiliki dua iklim anda dapat memanipulasi brumation ini dengan permainan suhu. Beberapa breeder reptile tidak melakukan brumation atau menghibernasikan hewan mereka sebelum proses perkawinan. Tapi sangat dianjurkan untuk melakukan brumation karena pada spesies tertentu, induk pria yang telah menjalani proses penurunan suhu lebih fertil (subur) dari pada ular yang tidak menjalani proses penurunan suhu, begitu pula pada induk betina yang telah mengalami proses penurunan suhu mampu memproduksi telur yang lebih baik dari pada yang tidak

Pre Cooling

Pre Cooling  adalah penurusan suhu berkala untuk proses brumation hingga suhu 50F/32C  selama satu bulan. Proses penurunan suhu ini akan memakan waktu 2,5 hingga 3 bulan
- Aturlah suhu Pre Cooling sekitar 65F/47C  s/d  70F/52C  kurang lebih selama lima hingga tujuh hari.
- Kemudian aturlah suhu diantara 55F/37C  hingga 60F/42C selama sekitar satu bulan.
- Atur kembali suhu 50F/32C dalam jangka waktu satu hingga dua bulan

Pengurangan suhu yang secara perlahan tersebut sangat diperlukan untuk menghindari kejutan suhu pada tubuh ular untuk proses brumation. Tanpa proses penurunan suhu yang berskala dan tepat dapat mengakibatkan banyak komplikasi pada induk ular.

After Cooling:

Setelah suhu kandang munurun hingga 50F selama satu bulan, anda harus kembali menaikan suhu dengan tahapan terbalik. Atur suhu pada 65F-70F kurang lebih 5 hingga 7 hari, lalu naikan suhu kandang kembali pada keadaan normal seperti biasanya. Biarkan ular pada suhu normal selama dua hingga tiga hari lalu berilah makan dalam jumlah kecil. Lima hari kemudian anda bisa mulai memberi makan ular anda dalam jumlah dan jadwal seperti biasanya.

3. Mempertemukan Dua Induk:

Anda memiliki dua pilihan dalam mempertemukan dua induk:
  1. Tunggulah hingga induk betina berganti kulit sekali setelah brumation. Ini merupakan masa perkembang biakan yang optimal karena sisik ular yang segar mengandung pheromones yang dapat merangsang proses perkawinan.
  2. Tunggulah hingga induk betina telah 3 atau 4 kali makan setelah brumation. Mayoritas breeder memilih cara ini karena lebih meyakinkan sebagai tolak ukur bahwa induk betina telah benar-benar pulih dari proses brumation.
Pertemukan kedua induk jantan dan betina pada satu kandang. Berilah makan sesuai dengan jadwal seperti biasanya, tapi harap diingat untuk memisahkan mereka disaat pemberian makan.
Walaupun secara umumnya proses perkawinan terjadi pada malam hari, tak jarang kedua induk kawin setelah shedding (mengganti kulit) atau setelah makan.
Anda bisa memisahkan kedua induk setelah beberapa kali kawin atau anda bisa menunggu hingga perut induk betina mulai membengkak.
Setelah anda melihat pembengkakan pada perut induk betina, berilah dia pakan yang lebih sering dan lebih banyak. Hal tersebut sangat penting untuk menjaga kesehatan induk dan telurnya karena induk yang hamil membutuhkan asupan nutrisi yang sangat banyak. Terlebih lagi dikarenakan induk akan mengalami banyak penurunan berat badan.

4. Betina Bertelur:

Induk betina akan bertelur sekitar 20 hingga 30 hari setelah proses perkawinan. Dalam waktu kurang lebih satu hingga dua minggu sebelum bertelur, induk betina akan berganti kulit, setelah pergantian kulit ini induk betina akan berhenti makan hingga bertelur.
Pada masa optimal ini anda harus menyiapkan wadah tambahan sebagai sarang untuk bertelur bagi induk betina. Anda bisa menggunakan ember atau wadah silinder plastik yang cukup besar untuk induk melingkarkan badanya seperti pada posisi mengeram. Letakan wadah tersebut didalam kandang induk betina. Berilah lubang pada sisi ember/wadah plastik sehingga sebagai jalan keluar masuk bagi induk. Anda nanti akan sering melihat induk betina bersembunyi dalam sarang terserbut dan menjulurkan kepala hingga batas lehernya saja keluar.
Isilah setengah penuh wadah sarang dengan medium atau lumut yang lembab, biasa digunaka “peat moss”, “sphaghum moss” atau “vermiculite”. Medium ini akan membantu telur-telur dari dehidrasi dan juga menjaga posisi telur agar tidak bergulir ketika sang induk bergerak.
Pada umumnya induk betina akan bertelur pada wadah sarang tersebut, tapi tak jarang induk betina bertelur pada posisi lain diluar sarang.
Jangan ganggu induk selama masa bertelur karena ini adalah masa yang sangat stress bagi induk. Anda mungkin harus memindahkan induk sewaktu mengambil telur, tapi biarkan si induk beristirahat selama dua hingga tiga jam setelah dia selesai bertelur. Pada saat ini anda sebaiknya terus memberikan induk betina dengan porsi makanan yang kecil demi menjaga nutrisi dan staminanya.

5. Pengeraman dan Penetasan:

Pisahkan Telur: Pisahkan telur dengan induknya. Usahakan posisi telur tetap karena kemungkinan besar embrio ular dapat tenggelam jika anda membaliknya.
Umumnya telur akan menempel satu sama lain, perhatikan warna dan corak dari setiap telur. Telur yang sehat memiliki warna putih bersih, bentuknya bundar dan halus. Telur yang buruk akan tampak kekuningan dan terasa lembab atau basah. Jika anda tidak merasa yakin dalam membedakan antara telur yang subur dengan yang tidak, tunggulah hingga beberapa telur membusuk. Pisahkan telur yang baik dengan yang buruk untuk menghindari pembusukan menular. Telur yang buruk biasanya sangat mudah untuk dipisahkan dengan telur yang lain, sedangkan telur yang baik akan menempel erat. Jangan pernah pisahkan telur yang baik karena pasti akan robek. Telur yang buruk kadang dapat dipisahkan dengan benang flosh yang biasa dipakai untuk membersihkan sela gigi.
Beberapa breeder bersikeras bahwa telur yang buruk tidak membahayakan telur yang baik, tapi tetap saja bau telur yang buruk sangat menyengat dan tidak jarang kasus terjadi dimana telur yang buruk membusukkan semua telur yang baik.

Inkubasi dan Medium: Anda membutuhkan inkubasi yang dapat anda beli atau anda buat sendiri, misalnya Hovabator incubator. Anda dapat membuat home made incubator dengan pendingin sterofom (Styrofoam), pita pemanas dan thermostat. Apakah anda pusing mendengarnya? Jangan kuatir karena pada kenyataannya telur dapat menetas hampir disegala macam wadah dengan pengaturan suhu dan kelembaban yang tepat. Menurut penelitian terkini, pengaturan suhu dapat bervariasi sekitar 78F/60C s/d 80F/62C  atau ada kalanya ditemui penetasan dengan suhu 72F/54C s/d 90F/72. Variasi suhu yang tidak terlampau jauh dari normal dapat menghasilkan produksi dengan jumlah rasio jenis kelamin yang seimbang, jumlah yang lebih banyak dan hasil anakan yang lebih kuat.
Gunakanlah medium yang dapat mempertahankan suhu dengan baik. Banyak orang merekomendasikan “vermiculite” dan “perlite” sebagai medium eraman. Campurkan kedua medium dengan air atau salah satunya saja juga cukup, rasio perbandingan antara air dan medium adalah 4:3. Beberapa breeder lebih menyukai perbandingan rasio 1:1. Pastikan saja kalau medium eraman lembab tapi jangan terlampau basah . Wadah inkubasi anda membutuhkan lubang ventilasi untuk pergantian udara. Anda bisa membuka wadah saja tanpa repot-repot membuat ventilasi. Tapi dengan membuka wadah beresiko telur anda dimakan binatang pemangsa seperti tikus.
Letakan telur pada medium, ada yang meletakkannya begitu saja ada yang menguburkannya setengah atau tiga perempat bagian.  Meletakannya setengah terkubur akan lebih baik karena telur dalam posisi yang paling aman. Sekali lagi, berhati-hatilah agar posisi telur tidak terbalik waktu anda meletakannya,  karena bisa menyebabkan embrio dalam telur tenggelam.
Setelah 40 hingga 45 hari, mayoritas breeder akan menutup telur-telurnya dengan Koran atau anduk kertas yang dibasahi sehingga terasa lembab. Hal ini dilakukan untuk menjaga kulit telur agar tetap lembut , sehingga penetasan akan berjalan lebih mudah bagi bayi ular.
Hal yang paling dihindari adalah kehilangan telur-telur anda setelah proses yang begitu panjang dan lama. Jadi pastikan kalau anda mengatur dua hal yang sangat penting dengan tepat, yaitu temperatur dan tingkat kelembaban.
Suhu yang tinggi memang dapat mempercepat penetasan telur, tapi ini beresiko lebih besar dalam kegagalan penetasan. Telur akan menetas sekitar 50 hingga 55 hari.

Penetasan: Tibalah saat yang paling ditunggu, pada hari kelima puluh biasanya bayi ular mulai memakan cairan dalam cangkangnya lalu mulai memotong cangkang dari dalam. Akhirnya anda dapat melihat kepala kecil mulai keluar dan mengintip dunia untuk pertama kalinya. Inilah saat yang paling menegangkan dan menggairahkan bagi breeder.
Bantulah bayi-bayi ular anda dengan memotong cangkang lebih lebar sehingga mereka lebih leluasa untuk keluar. Jika dalam waktu 24 jam ada telur yang tidak juga mau menetas, irislah cangkang dengan pisau yang sangat tajam. Berhati-hatilah agar tidak memotong bayi ular didalamnya. Biarkanlah ular keluar dengan sendirinya.
Ketika bayi ular telah sempurna keluar dari cangkangnya, anda bisa mengangkatnya dan meletakkan mereka diatas handuk yang bersih agar cairan yang menempel pada yubuh bayi ular menyerap pada handuk. Setelah kering anda bisa mulai meletakkan mereka pada kandang-kandang yang anda telah sediakan.

First time Feeding: Bayi ular yang baru menetas akan mulai makan setelah pergantian kulit yang pertama. Berilah pinkies padanya setiap tiga hingga empat hari. Frekuensi pergantian kulit bayi corn snake memakan waktu empat hingga lima minggu sekali. Seperti halnya ular dewasa, bayi corn snake akan mogok makan ketika tiba saatnya untuk ganti kulit.


Cara Merawat Boa Constrictor



Nama : Boa Constrictor
Asal : Mexico sampai dengan America Selatan termasuk kepulauan disekitarnya.
Size : Boa constrictors adalah jenis ular yang besar dengan panjang yang bisa mencapai 8 s/d 12 feet dengna berat 30 s/d 60 pound, jenis betina biasanya bisa mencapai lebih besar dan panjang.
Umur Hidup: Jika dipelihara dengan baik biasanya bisa mencapai umur 30 thn.
Penampilan Fisik: Dengan pesatnya perkembangan jenis jenis yang baru maka untuk menentukan gambaran yang jelas mengenai ular ini sangat susah, tetapi secara umum boa menampilkan patern yang menyerupai sadle. Campuran warna biasanya dari abu-abu sampai coklat, biasanya ular yang masih kecil sedikit terang warna kulitnya dari pada yang sudah dewasa.
Tempat Perawatan:
Kandang: Boa yang baru menetas memerlukan biasanya aquarium seukuran 20 gallon, Tapi mereka cepat sekali menjadi besar dan memerlukan kandang yang lebih besar. Biasanya kandang yang dipakai adalah kandang yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pemakainya. Ukuran kandang minimum adalah 8 feet x 3 feet x 4 feet (T). dilarang menggunakan kayu yang belum di finishing karena akan berakibat pada susahnya dibersihkan dan dapat melukai ular.
Suhu: Suhu 80 s/d 85 F pada siang hari dan 75 s/d 80 F pada malam hari, Pemanasan untuk berjemur 95 F. Pemanas dan Pencahayaan: Ular jenis ini memerlukan pencahayaan selama 12 jam, hal ini bisa disesuaikan apabila akan diternakkan, Sinar UV tidak perlu ditambahkan. Untuk mendapatkan pemanas yang diginkan,bisa diguanakan pemanas yang diletakan dibawah aquarium atau ceramic penghantar panas dan lampu pijar yang kurang dari 100 watt diatas kandang sangat dianjurkan. Pengguanan Batu pemanas kurang bagus karena bisa berakibat pada terbakarnya kulit ular.
Alas : Kertas koran, Indoor / Outdoor Carpet dan serutan kayubisa digunakan, Serutan kayu Aspen bisa dipaki sebagai alas, jika menggunakan serutan kayu dilarang memberi makan dengan menaruh makanan pada dasarnya, karena akan menyebabkan tertelannya serutan dan berakibat pada pencernaannya.
Lingkungan : Kotak persembunyian dan harus yang besar bisa ditaruh sebagai tempat untuk berjemur ataupun memanjat. Tempat air juga harus disediakan di dalam kandang yang ukurannya disesuakan dengna tubuhnya agar ular bisa berendam.
Pemberian Makan: Ular Boa kecil diberi makan dengan tikus yang sudah berbulu, tapi bukan pinkys, Sementara ular boa yang agak besar bisa diberi makan dengan 3 tikus dewasa atau kelinci yang masih kecil, sekali setiap 2 s/d 3 minggu. Sedangkan boa yang masih kecil bisa diberi makan setiap minggu sekali untuk mempercepat pertumbuhannya.
Perawatan dan Pembersihan : Kandang harus dibersihkan setiap hari, apa bila menggunakan indoor/outdoor carpet sangat disarankan mempunyai dua untuk dipakai bergantian, pastikan telah mencuci dan mengeringkan carpet sebelum di pakai lagi. Air yang di dalam kandang harus juga diganti setip hari guna menghindari bakteri yang mungkin masuk bersama kotoran ular. Sangat disarankan mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang ular.